Zalfa Zahirah Hisanah (Kelas IX C)
DAARENNISA – Hai Joyz! Pernah tidak, sih Joyz merasa senang banget di pagi hari, lalu tiba-tiba murung tanpa alasan jelas? Itulah Mood Swing dan hampir semua orang pernah mengalaminya.
Sebelum panik dan melabeli diri sendiri, penting banget untuk tahu bahwa Mood Swing adalah bagian alami dari hidup. Tapi hati-hati, ada lho gangguan mental yang sering disalahartikan sebagai Mood Swing biasa. Padahal, kondisinya jauh lebih kompleks daripada sekadar Mood Swing biasa. Namanya Bipolar atau Bipolar Disorder.
Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap Gangguan Bipolar sebagai hal sepele atau cuma cari perhatian. Padahal, hal ini nyata dan bisa berdampak besar pada kualitas hidup seseorang, lho! Biar tak salah paham lagi, mari kita cari tahu perbedaan antara Gangguan Bipolar dengan Mood Swing biasa melalui artikel di awah ini!
Oke Joyz, sekarang mari kita masuk ke intinya. Bipolar sendiri merupakan gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang drastis antara 2 fase utama: Mania (atau hipomania) dan Depresi. Saat fase mania, seseorang bisa merasa sangat energik, berbicara cepat, sulit tidur, dan merasa bisa melakukan apa saja.
Sebaliknya, saat fase depresi, mereka bisa merasa sangat sedih, kehilangan minat pada hal yang disukai, dan bahkan muncul pikiran untuk mengakhiri hidup. Dua fase ini tak datang sebentar, tapi bisa bertahan berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.
Lalu, apa saja gejala Bipolar yang perlu diwaspadai? Pada fase mania, gejalanya bisa berupa euforia berlebihan, mudah tersinggung, pikiran yang berlari cepat, hingga perilaku impulsif seperti belanja berlebihan atau mengambil risiko tanpa pertimbangan.
Sementara pada fase depresi, gejalanya meliputi perasaan sedih berkepanjangan, kelelahan, sulit berkonsentrasi, perubahan pola tidur dan makan, serta perasaan tidak berharga. Gejala-gejala ini tak hanya muncul sekali duakali, tapi bisa berulangkali dan mengganggu kehidupan sehari-hari.
Sekarang mari kita bandingkan antara Gangguan Bipolar dengan Mood Swing. Mood swing umumnya hanya berlangsung beberapa jam sampai sehari, dan biasanya hal ini terjadi karena terpicu oleh kejadian nyata, seperti pertengkaran, tekanan pekerjaan, atau kurang tidur. Setelah pemicunya hilang atau setelah kita menenangkan diri, suasana hati pun kembali normal.
Bedanya, pada Gangguan Bipolar, perubahan suasana hati tak selalu butuh pemicu yang jelas, durasinya jauh lebih lama, dan intensitasnya jauh lebih ekstrem. Jadi, singkatnya Mood Swing itu masih dalam batas wajar, sedangkan Bipolar sudah masuk ranah penyakit yang butuh penanganan medis.
Selain durasi dan intensitas, ada lagi perbedaan penting: dampaknya pada kehidupan. Orang dengan Mood Swing biasa, biasanya masih bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal. Tapi pada pengidap Bipolar, fase mania atau depresi bisa membuat penderitanya kesulitan bekerja, menjaga hubungan, bahkan merawat diri sendiri.
Tak jarang, mereka juga mengalami masalah keuangan akibat perilaku impulsif saat sedang berada di fase mania, atau kehilangan motivasi total saat berada di fase depresi. Inilah mengapa Gangguan Bipolar tak bisa dianggap sebelah mata.
Kalau Joyz atau orang terdekat mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem dan mengganggu fungsi sehari-hari, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Diagnosis Bipolar tak bisa dilakukan sembarangan. Butuh observasi jangka panjang dan wawancara mendalam dengan psikiater atau psikolog.
Ingat, Kesehatan yang utuh tidak hanya berawal dari tubuh yang bugar, tetapi juga dari mental yang terawat. Jangan takut untuk bicara, karena semakin kita paham, semakin mudah bagi kita untuk menolong diri sendiri dan orang lain. Kuy, mulai peduli dengan sinyal yang diberikan tubuh dan pikiran untuk kita!
Q.S. Fussilat ayat 30
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ ٣٠
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), “Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”
Q.S. Al-Baqarah ayat 152
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku akan mengingatmu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar.”
Q.S. Ibrahim ayat 7
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.”
Q.S. Fatir ayat 34
وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ
“Dan mereka berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka dari kami.'”
Q.S. Az-Zumar Ayat 53
۞ قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ ٥٣
“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Q.S. At-Taubah ayat 40
لَا تَحْزَنْ اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَا ۚ
“Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”
Salam bahagia, Joyz.***
Editor: Ingeu Widyatari Heriana

