You are currently viewing Maasya Allah! Bukan Time Travel, Ini Fakta Ajaib Cahaya yang Ternyata Datang dari Masa Lalu
Great Ocean Road at night milky way view

Maasya Allah! Bukan Time Travel, Ini Fakta Ajaib Cahaya yang Ternyata Datang dari Masa Lalu

Nevania Fiorenza (Kelas IX B)

DAARENNISA – Pernah tidak sih kamu menatap langit malam dan merasa bintang-bintang itu sedang menunjukkan sesuatu yang jauh banget? Ajaib! cahaya yang datang dari masa lalu ternyata benar-benar ada, karena cahaya dari benda langit membutuhkan waktu untuk sampai ke Bumi. Maasya Allah!

Jadi, uniknya saat kita melihat sebuah bintang di langit, kita sebenarnya tak selalu sedang melihat keadaan bintang itu sekarang. Cahaya tersebut bisa saja sudah melakukan perjalanan selama bertahun-tahun sebelum akhirnya sampai ke mata kita.

Maasya Allah! Kedengarannya seperti time travel versi alam semesta, tapi ini adalah fakta yang bisa dijelaskan ilmu pengetahuan. Lewat cahaya yang datang dari masa lalu, manusia bahkan bisa mempelajari berbagai hal tentang benda-benda yang jaraknya sangat jauh dari Bumi.

Bayangkan kamu sedang duduk santai di malam hari sambil melihat langit yang penuh bintang. Tanpa disadari, cahaya yang datang dari masa lalu sedang sampai ke mata kita setelah menempuh perjalanan yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun.

Hal ini terjadi karena cahaya membutuhkan waktu untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Jadi, semakin jauh sebuah bintang dari Bumi, semakin lama juga waktu yang dibutuhkan cahayanya untuk sampai kepada kita.

Misalnya, jika sebuah bintang berjarak 100 tahun cahaya, cahaya yang kita lihat sekarang sebenarnya telah melakukan perjalanan selama sekitar 100 tahun. Dengan kata lain, kita sedang melihat bagaimana keadaan bintang tersebut di masa lalu, bukan benar-benar melihatnya seperti saat ini.

Hal yang menarik, cahaya bukan hanya membuat langit malam terlihat indah, tetapi juga membawa berbagai informasi dari benda-benda langit. Para ilmuwan dapat mempelajari cahaya tersebut untuk mengetahui hal-hal seperti suhu, warna, dan unsur yang terdapat pada sebuah bintang.

Pada akhirnya, cahaya yang datang dari masa lalu membuat kita sadar bahwa melihat langit bukan sekadar menikmati pemandangan yang cantik. Di balik setiap titik cahaya yang terlihat dari Bumi, ada perjalanan panjang yang membawa sedikit cerita dari alam semesta kepada kita. Maasya Allah, bukan?

Q.S. An Nur ayat 35

۞ اَللّٰهُ نُوْرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ مَثَلُ نُوْرِهٖ كَمِشْكٰوةٍ فِيْهَا مِصْبَاحٌ ۗ اَلْمِصْبَاحُ فِيْ زُجَاجَةٍ ۗ اَلزُّجَاجَةُ كَاَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُّوْقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُّبٰرَكَةٍ زَيْتُوْنَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَّلَا غَرْبِيَّةٍ ۙ يَّكَادُ زَيْتُهَا يُضِيْۤءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۗ نُوْرٌ عَلٰى نُوْرٍ ۗ يَهْدِى اللّٰهُ لِنُوْرِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗ وَيَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ۙ ۝٣٥

“Allah (pemberi) cahaya (pada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya seperti sebuah lubang (pada dinding) yang tidak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang (yang berkilauan seperti) mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis). Allah memberi petunjuk menuju cahaya-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Q.S. Nuh ayat 16

وَّجَعَلَ الْقَمَرَ فِيْهِنَّ نُوْرًا وَّجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجًا ۝١٦

“Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?”

Q.S. Ath-Thaariq ayat 3

النَّجْمُ الثَّاقِبُ ۙ ۝٣

“(yaitu) bintang yang cahayanya menembus, ….”

Q.S. Ar-Ra’d ayat 2

اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ ۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًا ۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍۢ بِاَمْرِهٖٓ ۙ اَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْاَمْرُ ۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ ۝٥٤

“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.”

Q.S. Al-A’raaf ayat 54

اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ ۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًا ۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍۢ بِاَمْرِهٖٓ ۙ اَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْاَمْرُ ۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ ۝٥٤

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.”

Sebaran cahaya di ruang angkasa yang miliki fakta ajaib ternyata datang dari masa lalu

Q.S. Yunus ayat 5

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاۤءً وَّالْقَمَرَ نُوْرًا وَّقَدَّرَهٗ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَ ۗ مَا خَلَقَ اللّٰهُ ذٰلِكَ اِلَّا بِالْحَقِّ ۗ يُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ ۝٥

“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.”

Q.S. Al-Israa’ ayat 12

وَجَعَلْنَا الَّيْلَ وَالنَّهَارَ اٰيَتَيْنِ فَمَحَوْنَآ اٰيَةَ الَّيْلِ وَجَعَلْنَآ اٰيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِّتَبْتَغُوْا فَضْلًا مِّنْ رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَ ۗ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنٰهُ تَفْصِيْلًا ۝١٢

“Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.”

Q.S. Adz-Dzaariyaat ayat 7

وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الْحُبُكِ ۙ ۝٧

“Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.”

Q.S. Al Mulk ayat 3

 ۗ الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَاقًا

“Dia yang menjadikan tujuh langit dengan berlapis-lapis.”

Q.S. Ar-Rahman Ayat 33

يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَنْ تَنْفُذُوْا مِنْ اَقْطَارِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ فَانْفُذُوْا ۗ لَا تَنْفُذُوْنَ اِلَّا بِسُلْطٰنٍ ۚ ۝٣٣

“Wahai kelompok jin dan manusia, apabila kalian mampu menembus penjuru langit dan bumi maka tembuslah, kalian tidak akan bisa menembusnya kecuali dengan kekuatan.”

Q.S. Al An’am ayat 1

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمٰتِ وَالنُّوْرَ ە ۗ ثُمَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُوْنَ ۝١

“Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang. Namun, orang-orang kafir masih menyekutukan Tuhan mereka dengan sesuatu.”***

Editor: Ingeu Widyatari Heriana

Leave a Reply