Afra Asima N. (Kelas IX B)
DAARENNISA – Halo Kawan Explorer! Pernah tidak sih kalian membayangkan satwa laut yang nongkrongnya bukan di hamparan laut biru, melainkan di keruhnya aliran sungai? Nah, kenalan dulu deh dengan satwa bernama Pesut!
Spesies unik yang satu ini punya penampilan berbeda dari kerabat lautnya lumba-lumba atau dugong, mulai dari dahinya yang bulat hingga raut wajahnya yang keliatannya polos banget!
Pesut yang akan kita bahas adalah pesut Indonesia kita, yaitu Pesut Mahakam. Dari namanya saa, Kawan Explorer sudah tahu kan ia berenang di mana? Yes, betul! Dia adalah penguasa setia aliran Sungai Mahakam di Kalimantan Timur yang siap bikin kita takjub dengan keunikan hidupnya!
Nah, kalau bicara kesehariannya, satwa laut ini biasanya lebih nyaman hidup dalam kelompok kecil yang anggotanya kompak banget dan menjaga satu sama lain, loh. Gemas pro max, bukan?
Hari-hari mereka diisi dengan suasana yang tenang berenang berdampingan, sesekali muncul ke permukaan air secara bergantian untuk mengambil napas, lalu nyelam kembali ke kedalaman sungai. Keakraban antar-anggota ini menunjukkan betapa harmonisnya kehidupan sosial mereka. Mereka saling mendukung dalam menjalani hari-hari di rumah perairan tawar tersebut.
Pesut punya usut, tidak hanya asyik bersama kelompoknya, urusan mencari makan juga punya cara tersendiri yang keren abis, loh! Saat jam berburu tiba, mereka aktif melacak mangsa seperti ikan-ikan kecil di dalam air yang keruh dengan mengandalkan ekolokasi atau sistem radar alami berbasis gelombang suara.
Penasaran bagaimana cara kerjanya yang unik?
Cara kerjanya seperti mengirim gelombang suara ke depan, lalu mendengarkan pantulannya kembali untuk membaca situasi sekitar. Berkat radar alaminya ini, mereka bisa bergerak bebas, mendeteksi keberadaan mangsa, dan menghindari berbagai rintangan di dasar sungai tanpa kesulitan, membuktikan kalau mereka bener-bener expert banget menguasai lingkungan sungainya! Jadi, sungai keruh? nggak ngaruh tuh. Hihi. Maasya Allah ya mereka?
Di balik keseruan dan kehebatan mereka hidup di perairan tawar, populasi pesut secara global saat ini bener-bener butuh perhatian yang lebih extra dari kita semua. Mereka adalah salah satu satwa langka yang hanya bisa ditemukan di beberapa tempat di dunia. Bahkan, keluarga dan teman-teman mereka yang hidup terpencar di Sungai Mahakam sudah memasuki status kepunahan yang sangat kritis sehingga membuat jumlah keberadaan mereka berada di ujung tanduk.
Maka dari itu, yuk mulai peduli dengan ikut menjaga kebersihan dan mendukung pelestarian lingkungan sekitar! Supaya si penyelam berwajah polos ini selalu bisa jadi penguasa setia di rumahnya dan agar generasi selanjutnya masih bisa melihat langsung keunikan mereka.
And that’s it! Sampai jumpa di petualangan berikutnya, Kawan Explorer!***
Editor: Ingeu Widyatari Heriana

